Diduga Dibunuh Anak Kandung, Ibu 54 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Dalam Kamar 

News42 Dilihat

LANGKAT-Miris!! Rasiah Sumartin (54) warga Dusun III Desa Paya Bengkuang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat ditemukan tewas mengenaskan diduga dibunuh oleh anaknya sendiri Kamis (23/6/2022) sekira jam 11.30 WIB.

Tubuh seorang ibu dan wanita yang melahirkan palaku itu tergeletak tak bernyawa bergelimang darah dengan wajah lembam di dalam kamarnya.

Informasi dihimpun, dari beberapa orang wargq menyebutkan, nyawa korban diduga dihabisi hingga tewas karena dibunuh anak kandunya sendiri bernama CS (18).

BACA JUGA :  Anak Ancam Ibu Kandung Pakai Sajam

Mayat Rasiah pertama kali ditemukan Harnelis (39), warga sekitar yang betulan datang kerumah korban namun saat itu tidak menemukan korban dan saat dipanggil korban tak menyahut. Penasaran, Harnelis pun masuk ke rumah korban. 

“Saat Hernelis masuk kerumah korban melihat ke kamar,  Rasiah, ibu malang itu ditemukan tergeletak terbujur banjir bergelimang darah,”jelas warga yang tak ingin namanya tulis.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Gelar Kegiatan PPKL di SMA Anugrah Harapan Bangsa

Bercampur rasa panik, Harnelis bergegas memanggil Deni Nurwati (31) yang juga tetangga korban. Harnelis juga memberitahukan persoalan tersebut kepada kadus setempat. 

Menindaklanjuti temuan itu, kadus kemudian menginformasikan hal itu ke pihak kepolisian. Bergerak cepat, Kapolsek Gebang AKP Mahruzar Sebayang SH dan personelnya langsung ke lokasi kejadian.

Kapolsek Gebang AKP Mahruzar Sebayang SH membenarkan peristiwa tersebut dan mengatakan pelaku telah diamankan.

BACA JUGA :  Pejabat Senior Hamas Tewas dalam Ledakan di Beirut

Dijelaskan Kapolsek, pelaku anak korban sendiri, dan sudah.di amankan berama barang bukti berupa batu yang digunakan untuk menganiaya ibunya. 

Informasi dari beberapa orang warga pelaku mengidap penyakit gangguan jiwa sedanglan motifnya belum ketahui.

“Jenazah korban sudah kita dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna dilakukan pemeriksaan. Sedangkan pelaku akan kami bawa ke dokter kejiwaan,” AKP. Mahruzar Sebayang SH. (Red)