Jasa Raharja Pematangsiantar Gelar Program PPKL di SMK Swasta Mars, Libatkan Guru dan Orang Tua Murid

News676 Dilihat

PEMATANGSIANTAR – Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, PT Jasa Raharja Cabang Pematangsiantar melaksanakan Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di SMK Swasta Mars Pematangsiantar, Senin (8/6).

Kegiatan tersebut disampaikan oleh petugas PT Jasa Raharja Cabang Pematangsiantar, M. Haikal Andariza, dan diikuti oleh para guru serta orang tua murid. Sosialisasi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai aspek keselamatan berlalu lintas, mulai dari faktor penyebab kecelakaan hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA :  Tiga Kurir Sabu 26 Kg Lolos Dari Hukuman Mati

Dalam kesempatan tersebut, M. Haikal Andariza menjelaskan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Guru dan orang tua memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi serta teladan kepada pelajar agar senantiasa mengutamakan keselamatan saat berada di jalan raya.

Program PPKL sendiri bertujuan membentuk para pengajar sebagai agen keselamatan yang mampu mengajarkan kembali, menyebarkan, dan menyampaikan pesan keselamatan kepada para pelajar, komunitas, maupun masyarakat sekitar secara berulang dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Toko Florist di Pusat pasar Kota Medan terbakar

Pesan keselamatan yang disampaikan kembali oleh peserta juga menjadi bagian dari implementasi program yang terdokumentasi dengan baik.

Melalui kegiatan ini, PT Jasa Raharja berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya budaya tertib berlalu lintas dan turut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehingga angka kecelakaan lalu lintas dapat terus ditekan, khususnya di kalangan usia produktif dan pelajar.

BACA JUGA :  Maknai Semangat Idul Adha 1447 H, Jasa Raharja Hadir Berbagi untuk Masyarakat melalui Penyaluran Paket Daging Kurban   

“Keselamatan dimulai dari lingkungan terdekat. Ketika guru dan orang tua menjadi teladan serta penyampai pesan keselamatan, maka budaya keselamatan akan tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan di tengah masyarakat,” ujar M. Haikal Andariza. (Rel)