Madrasah di Sumut Diminta Aktif Cegah Perundungan

Edukasi67 Dilihat

Medan – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Utara meminta setiap madrasah di wilayahnya berperan aktif dalam mencegah bullying atau perundungan di lingkungan madrasah.

“Ciptakan lingkungan madrasah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa,” ucap Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumut Erwin Pinayungan Dasopang, di Medan, Jumat.

Perundungan di lingkungan madrasah di Sumatera Utara, kata dia, merupakan perbuatan melanggar kemanusiaan karena merendahkan harkat dan martabat manusia.

Data Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara menyatakan, jumlah lembaga Raudhatul Athfal/RA (taman kanak-kanak) hingga madrasah di Sumatera Utara per 1 Januari 2024, sebanyak 4.844 unit dengan jumlah siswa sebanyak 635.495 orang.

BACA JUGA :  Menuju Kursi 1 USU,  8 Calon Paparkan Program Kerja 5 Tahun ke Depan

Terdiri atas RA swasta 1.968 unit dengan siswa 86.302 orang, Madrasah Ibtidaiyah Negeri/swasta 1.067 unit dengan siswa 204.629 orang, Madrasah Tsanawiyah 1.192 unit dengan siswa 230.428 orang, dan Madrasah Aliyah 617 unit dengan siswa 114.136 orang.

“Madrasah bisa melakukan lima langkah strategis cegah bullying, seperti melakukan sosialisasi pencegahan di madrasah dengan menghadirkan pihak-pihak yang berkompeten,” ucapnya.

Kedua, membuat poster dan spanduk anti bullying yang dipajang di dinding kelas madrasah. Ketiga, membuat flyer, dan video anti bullying di madrasah dengan menyebarkan ke media sosial.

BACA JUGA :  Dinas Sosial Provsu Lepas 31 Anak Asuh ke Ortu dan Wali sekaligus Penyerahan Sertifikat

Keempat, melaksanakan aksi anti bullying di seluruh madrasah yang diikuti para guru, tenaga pendidik, komite madrasah, dan seluruh siswa yang ditandai penandatangan spanduk atau ikrar anti bullying.

Kelima, mengekspose berita-berita maupun video-video dan seluruh kegiatan aksi anti bullying digelar di seluruh madrasah di Sumatera Utara ke seluruh media, dan media sosial.

“Bullying bukan hanya merusak hubungan siswa, tetapi berdampak buruk bagi perkembangan mental dan emosional anak. Mari bersama-sama kita cegah praktik bullying di madrasah,” tutur Erwin.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Sumatera Utara Peringati Hari Anak Nasional 2025, 100 Siswa Siswi SMP se-Kota Medan Ambil Peran sebagai Duta Informasi Keselamatan Lalu Lintas

Ketua Tim Kerja Kerja Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumut Nursyamsiah mengatakan pihaknya menekankan 10 maklumat Kemenag Sumatera Utara atas komitmen Anti Bullying di Lingkungan Madrasah.

“Selain itu, kita juga menekankan penting kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan iklim pendidikan lebih positif dan inklusif,” kata dia dikutip dari Antara. (red/ant)