Dukung Digitalisasi Keuangan Syariah, BI Kepri Luncurkan 1.000 QRIS Masjid

Ekonomi Syariah36 Dilihat

KEPRI- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (BI Kepri) meluncurkan 1.000 QRIS Masjid sebagai langkah strategis dalam mendukung digitalisasi keuangan syariah dan optimalisasi dana sosial berbasis teknologi.

Kepala BI Kepri, Rony Widijarto, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi transaksi Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) secara digital di masjid-masjid yang tersebar di Kepulauan Riau.

“Dengan hadirnya QRIS, daya beli masyarakat Kepri tetap tinggi. Hal ini tercermin dari transaksi selama acara Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2025,” ujarnya, mengutip berita Antara, Jumat (28/3/2025).

BACA JUGA :  Emil Dardak Dorong Ekonomi Syariah Berbasis Halal

Selama penyelenggaraan KURMA 2025, transaksi mencapai Rp 2,3 miliar, dengan 96% atau Rp 2,2 miliar menggunakan QRIS dan sisanya Rp 100 juta dilakukan secara tunai. Ini membuktikan efektivitas digitalisasi dalam mendukung ekonomi berbasis syariah.

Rony menambahkan bahwa KURMA merupakan inisiatif strategis untuk memajukan ekonomi syariah di Kepri, mencakup sektor industri halal, UMKM berbasis syariah, ekspor halal, keuangan syariah, serta optimalisasi dana sosial keagamaan.

KURMA 2025: Sinergi Ekonomi dan Keagamaan

KURMA 2025 sukses digelar di dua kota utama, yakni Tanjungpinang pada 10 – 16 Maret dan Batam pada 17 – 23 Maret. Acara ini menjadi ajang promosi bagi UMKM halal, literasi ekonomi syariah, serta penguatan ekosistem keuangan syariah di Kepri.

BACA JUGA :  Dukung Rico Waas Kembangkan Produk Lokal, BSI Siapkan Sertifikasi Halal Gratis untuk 1.500 UMKM

Selain mencatat transaksi signifikan, acara ini juga berhasil menggalang pendanaan bisnis (business matching) sebesar Rp 2,19 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa sektor keuangan syariah semakin berkembang dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Peningkatan Literasi dan Kesadaran Ekonomi Syariah

Selain transaksi ekonomi, KURMA 2025 menghadirkan berbagai program edukatif, termasuk:

Seminar Ekonomi dan Keuangan Syariah, diikuti oleh 100 peserta dengan tingkat pemahaman mencapai 81,79 persen.

BACA JUGA :  Edukasi Keuangan Syariah, Pegadaian Perkuat Literasi Investasi Emas

Gerakan Sadar Wakaf, yang berhasil mengumpulkan dana Rp 51 juta melalui empat program wakaf.

Talkshow Sertifikasi Halal, yang menghasilkan 26 sertifikat halal baru.

Fashion Show Syariah, menampilkan karya tujuh desainer profesional dan delapan desainer muda berbakat.

Rony menegaskan pentingnya sinergi antara Pemprov Kepri, BI, serta sektor perbankan dalam memperkuat UMKM dan ekosistem ekonomi syariah. Dengan adanya inovasi seperti QRIS Masjid dan inisiatif KURMA, diharapkan ekonomi berbasis syariah semakin berkembang pesat di Kepulauan Riau. (isl)