Tender Rp64 M Proyek Fasade Stadion Teladan Disorot! 27 Peserta, Cuma 1 Penawar – Ada Apa?

MEDAN – Proyek fasade Stadion Teladan senilai hampir Rp65 miliar mendadak jadi sorotan panas. Pasalnya, dari 27 peserta lelang, hanya satu perusahaan yang benar-benar mengajukan penawaran. Publik pun mulai bertanya: ada apa di balik tender ini?

Sorotan datang dari LIPPSU yang menilai proses pengadaan proyek di Medan tersebut tidak mencerminkan persaingan sehat.

Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik, blak-blakan menyebut kondisi ini janggal.

“Bayangkan, 27 yang daftar, tapi cuma satu yang masukin harga. Ini bikin publik wajar curiga,” tegasnya.

Satu Perusahaan, Nilai Hampir Sama dengan HPS

Data LPSE menunjukkan, hanya PT Alghazali Satria Perkasa yang mengajukan penawaran, dengan nilai sekitar Rp64,13 miliar—hanya selisih tipis dari HPS Rp64,99 miliar.

Situasi ini langsung memicu spekulasi. Banyak yang menilai tender terkesan “sepi pesaing” untuk proyek sebesar ini.

Dugaan Pola Lama Kembali Terulang

LIPPSU juga mengungkap, ini bukan pertama kali proyek di kawasan Stadion Teladan disorot. Ada dugaan pola lama kembali muncul—minim kompetisi, proses kurang terbuka, hingga indikasi pengkondisian.

Meski belum terbukti secara hukum, isu soal “orang dalam” kembali mencuat dan jadi pembicaraan di tengah masyarakat.

“Kami melihat ada pola berulang. Ini harus dibuka terang-benderang,” kata Azhari.

Minta Audit Total, Tender Bisa Dibatalkan?

LIPPSU mendesak agar proyek ini tidak dibiarkan begitu saja. Mereka meminta audit menyeluruh, bahkan membuka kemungkinan tender dibatalkan jika ditemukan kejanggalan serius.

“Proyek sebesar ini tapi cuma satu penawar? Ini alarm keras. Harus diaudit total,” tegasnya lagi.

Pemko Medan Masih Diam

Sampai saat ini, pihak Pemerintah Kota Medan belum memberikan penjelasan resmi. Sementara itu, publik terus menunggu jawaban—apakah ini sekadar kebetulan atau ada sesuatu yang lebih besar?

Yang jelas, proyek fasade Stadion Teladan kini bukan lagi sekadar pembangunan, tapi sudah jadi isu panas yang menyedot perhatian luas. (Red)