Bobby Nasution Buka MPLS 2026 Se-Sumut: Larang Kekerasan, Siswa Dihimbau Hormati Guru dan Orang Tua

Bobby Nasution menyapa siswa di SMU Negeri 1 Binjai. (Kominfo Sumut Dok)

BINJAI – Suasana SMA Negeri 1 Binjai berubah menjadi lautan semangat pada Senin (13/7/2026). Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 bagi seluruh siswa baru SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Sumatera Utara.

Sebanyak 130.613 siswa baru dari 749 sekolah negeri se-Sumut mengikuti kegiatan yang berlangsung 13-17 Juli 2026 ini, baik secara luring maupun daring.

Pemusatan acara di SMA Negeri 1 Binjai menjadi momen bersejarah bagi ribuan pelajar yang memulai babak baru perjalanan pendidikan mereka.

Di hadapan para siswa, menantu Presiden RI ke-7 Joko Widodo itu menyampaikan pesan yang menyentuh. Ia meminta seluruh siswa baru menjunjung tinggi kedisiplinan, kejujuran, menghormati guru dan orang tua, rajin belajar, serta peduli terhadap sesama.

“Untuk anak-anakku semua, tolong hormati dan hargai guru. Mereka adalah orang tua kita selama di sekolah. Anggap mereka seperti orang tua kita. Patuh kepada orang tua dan guru menjadi kunci kesuksesan,” ujar Bobby dengan nada penuh haru.

Pesan ini bukan sekadar seremonial. Bobby menegaskan bahwa kecerdasan akademik tidak akan berarti apa-apa tanpa etika dan rasa hormat.

“Menjadi pintar itu penting, tetapi memiliki attitude yang baik jauh lebih wajib,” tegasnya.

Salah satu poin paling tegas yang disampaikan Bobby adalah larangan keras terhadap segala bentuk kekerasan fisik di lingkungan sekolah.

Menurutnya, pembinaan siswa harus mengedepankan pendekatan yang mendidik melalui teguran atau sanksi secara lisan.

Baca Juga : Bukan Cuma Rapat & Tanda Tangan! Gubsu Bobby Nasution Ungkap Borok Komite Sekolah, Minta Kadisdik Awasi Ketat!

Namun, pesan keras juga dialamatkan kepada para guru. Bobby mengingatkan agar para pendidik tidak bertindak semena-mena terhadap murid.

“Untuk guru juga jangan semena-mena sama anak murid. Sayangi siswa-siswa ini seperti anak kita sendiri, sehingga mereka pintar secara akademik dan mempunyai attitude yang baik di sekolah dan di luar sekolah. Inilah yang harus dicapai di setiap sekolah di Sumut,” pesannya.

Sinergi antara guru dan orang tua juga menjadi perhatian serius. Bobby menekankan perlunya memperkuat kolaborasi kedua pihak agar pendidikan tidak hanya menghasilkan siswa unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan beretika.

Di tengah antusiasme para siswa, Gubernur Sumut itu juga memaparkan komitmen nyata Pemprov Sumut dalam memajukan pendidikan.

Mengacu pada program prioritas nasional Presiden RI Prabowo Subianto yang menjadikan pendidikan sebagai tombak utama pembangunan,Bobby menyebutkan sejumlah capaian dan target ambisius untuk 2026:
· Membangun 120 ruang kelas baru
· Merehabilitasi 189 ruang kelas
· Mengembangkan sekolah unggulan dan boarding school
· Melaksanakan program sekolah gratis bagi daerah prioritas

“Kalian-kalian inilah yang akan menjadikan Indonesia Emas 2045. Kami dari Pemprov Sumut berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dengan membangun, merehabilitasi, dan mengembangkan sekolah unggulan,” ucapnya penuh optimisme.

Seluruh upaya itu, kata Bobby, dilakukan untuk memastikan setiap anak di Sumut memperoleh akses pendidikan yang berkualitas tanpa terkecuali.

Sinergi dan Harapan untuk MPLS Ramah Anak

Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, melaporkan bahwa MPLS tahun ini bertujuan membantu siswa baru mengenali potensi diri, memahami kurikulum, beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta membangun hubungan positif dengan seluruh warga sekolah.

“Kami berharap MPLS berlangsung edukatif, inklusif, dan bebas dari perundungan maupun kekerasan. Sehingga lahir generasi yang berkarakter, berprestasi, berdaya saing, serta mampu berkontribusi bagi Sumut yang maju dan berkelanjutan,” pungkas Alexander. (Rel)