Kena Hipnotis di Angkot, Uang Setoran Rp9 Juta Raib dalam Sekejap! Nasib Petugas PUD Medan Memprihatinkan

Metro18 Dilihat

MEDAN – Seorang petugas Perusahaan Umum Daerah (PUD) Medan bernama Baruna mengalami nasib nahas. Uang setoran perusahaan hampir Rp9 juta raib dibawa kabur pelaku hipnotis dalam sebuah angkutan kota (angkot), Senin (13/7/2026) siang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus waspada terhadap aksi kejahatan hipnotis yang masih marak terjadi di transportasi umum.

Kronologi Hilangnya Uang Setoran PD Pasar Medan

Kejadian bermula saat Baruna usai mengutip setoran di Pasar Labuhan. Dengan membawa uang jutaan rupiah dalam plastik warna oranye, ia bergegas menuju kantor PD Pasar Medan di Pasar Petisah. Di dalam angkot, dua pria paruh baya mendekatinya dan memulai percakapan.

BACA JUGA :  Ketua TP PKK Simalungun Ajak Perempuan Ambil Peran Lebih Besar dalam Pembangunan

Tanpa disadari, uang setoran itu sudah berpindah tangan. Pelaku terus mengajak korban mengobrol hingga ia kehilangan kesadaran.

Baruna baru tersadar saat turun di Jalan Gatot Subroto, tak jauh dari fly over underpass Gatot Subroto padahal tujuannya adalah Pasar Petisah.

Berjalan linglung, Baruna ditemui warga bernama Afrianto. “Uang setoran hampir Rp9 juta hilang, Bang. Ada dua orang laki-laki yang mengajak aku ngobrol di dalam angkot,” ujar korban dengan kesal.

BACA JUGA :  Bobby Nasution Buka MPLS 2026 Se-Sumut: Larang Kekerasan, Siswa Dihimbau Hormati Guru dan Orang Tua

Tak Dapat Solusi, Malah Dimarahi Atasan

Bukannya mendapat dukungan, Baruna justru dimarahi atasannya saat melapor. Nasib malang terus berlanjut ketika ia didampingi Afrianto mendatangi Polsek Sunggal.

Baca Juga : Modus Pura-pura Motor Mogok, Remaja 19 Tahun di Medan Gasak 2 Motor demi Judi Online & Narkoba! DPO Masih Diburu

Laporan pengaduannya belum bisa diproses karena polisi meminta surat keterangan resmi bahwa korban memang bekerja di PD Pasar Medan Labuhan.

Modus Hipnotis di Angkot: Ancaman yang Mengintai

Kasus ini bukan pertama kalinya di Medan. Sebelumnya, tiga pelaku hipnotis dalam angkot berhasil membawa kabur Rp10 juta dari korban.

BACA JUGA :  Rp600 Miliar Menguap! PAN-Perindo Desak Digitalisasi Pajak, APBD Medan 2025 Tetap Disahkan

Pelaku biasanya menggunakan teknik sugesti atau manipulasi psikologis agar korban menuruti permintaan tanpa sadar. Lokasi rawan seperti terminal, halte bus, dan pasar tradisional menjadi sasaran empuk.

Tips Menghindari Hipnotis di Tempat Umum

1. Hindari interaksi berlebihan dengan orang asing, terutama di transportasi umum
2. Jaga barang berharga tetap dalam pengawasan penuh
3. Segera berpindah tempat jika merasa ada yang mencurigakan
4. Jangan mudah terpengaruh ajakan atau tawaran menggiurkan dari orang tak dikenal. (red)