LANGKAT – Sebanyak 30 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Kelompok 15 menggelar sosialisasi anti-bullying kepada 60 siswa kelas VI MIS TPI Sumber Rejo, Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN UINSU Kelompok 15 dalam memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pertemanan yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa kelas VI MIS TPI Sumber Rejo dan dilaksanakan sepenuhnya oleh mahasiswa KKN Kelompok 15. Sebanyak 30 mahasiswa mengambil peran masing-masing, mulai dari pembawa acara, pendamping kegiatan, hingga pelaksana rangkaian edukasi anti-bullying.
Kepala MIS TPI Sumber Rejo, dr. Raudatuz Zahra, M.Pd., turut menjadi bagian dari kegiatan penerimaan mahasiswa KKN di lingkungan sekolah tersebut.
Ketua KKN UINSU Kelompok 15, Althaf Rifqi Alfarabi, turut menyampaikan sambutan sebelum kegiatan inti dimulai.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking sederhana untuk membangun suasana yang lebih santai dan membuat siswa lebih siap mengikuti materi.Materi sosialisasi disampaikan oleh mahasiswa KKN, Wira.
Dalam pemaparannya, siswa diajak memahami pengertian bullying serta berbagai bentuknya, mulai dari bullying secara fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying.

Siswa juga diberikan contoh bullying yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengejek, memukul, mengucilkan, mempermalukan, maupun menyakiti orang lain melalui media sosial.
Selain mengenali bentuk-bentuk bullying, mahasiswa KKN juga menjelaskan dampak yang dapat dirasakan oleh korban serta bagaimana sikap yang sebaiknya dilakukan ketika melihat atau mengalami tindakan bullying.
Para siswa juga diajak memahami pentingnya menjadi teman yang baik dan mengetahui kepada siapa mereka dapat melapor ketika mengalami atau menyaksikan bullying.
Ajak Siswa Memahami Perasaan Korban
Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah sesi Renungan Anti Bullying.
Melalui sesi ini, mahasiswa mengajak siswa berhenti sejenak dan membayangkan perasaan seseorang yang pernah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain.

Dalam sesi tersebut, pemateri mengajak siswa merefleksikan dampak dari perkataan dan tindakan yang mungkin dianggap sebagai candaan.
“Kalau ada teman kalian yang sering diejek karena bentuk tubuh, nama orang tua, atau keadaan ekonominya, menurut kalian bagaimana perasaan teman tersebut?” ujar pemateri kepada para siswa.
Siswa kemudian diajak membayangkan bagaimana rasanya datang ke sekolah dengan perasaan bahagia, tetapi justru mendapatkan ejekan atau perlakuan yang menyakitkan dari orang lain.
“Karena itu, sebelum kita berbicara atau bercanda kepada orang lain, coba pikirkan dulu: kalau kata-kata itu diberikan kepada kita, apakah kita akan merasa sakit?” lanjutnya.
Melalui renungan tersebut, mahasiswa KKN berupaya menanamkan pemahaman bahwa perkataan maupun tindakan yang dianggap sebagai candaan dapat memberikan dampak yang berbeda bagi orang lain.
Siswa Buat Deklarasi Anti-Bullying
Setelah sesi renungan, kegiatan dilanjutkan dengan Deklarasi Bersama Anti-Bullying. Para siswa diajak membuat komitmen untuk tidak melakukan bullying, berani menghentikan tindakan bullying, serta membangun pertemanan yang saling menghormati dan peduli.
Dalam deklarasi tersebut, siswa bersama-sama mengucapkan komitmen: “Saya berjanji untuk menghormati setiap orang, tidak melakukan bullying, berani menghentikan bullying, serta menjadi teman yang peduli dan membawa kebaikan.”
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pohon Harapan. Setiap siswa mendapatkan selembar kertas berbentuk daun untuk menuliskan harapan atau pesan mereka mengenai pertemanan dan lingkungan sekolah tanpa bullying.
Pohon tersebut menjadi simbol bahwa lingkungan sekolah yang aman dan nyaman dapat dibangun melalui berbagai harapan dan komitmen sederhana dari setiap siswa.
Di akhir kegiatan, mahasiswa kembali menyampaikan pesan kepada para siswa agar membangun kebiasaan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita mungkin tidak bisa menghapus semua luka orang lain, tetapi kita bisa memilih untuk tidak menambah luka itu. Mulai hari ini, jadilah teman yang membuat orang lain merasa diterima dan dihargai,” pesan pemateri.
Siswa juga diajak memberikan apresiasi sederhana kepada teman di sebelahnya dengan memberikan senyuman dan mengatakan, “Kamu adalah teman yang berharga.”
Seluruh rangkaian sosialisasi berlangsung dengan lancar. Para siswa terlihat antusias dan mengikuti kegiatan dengan baik, terutama saat ice breaking, sesi renungan, deklarasi bersama, dan pembuatan Pohon Harapan.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama mahasiswa KKN UINSU Kelompok 15 dan para siswa MIS TPI Sumber Rejo.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UINSU Kelompok 15 berharap edukasi antibullying tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan penuh sikap saling menghargai. (Red)










