Bertemu Warga, Baskami Serap Aspirasi soal Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur

News707 Dilihat

MEDAN – Ketua DPRD Sumatera Utara, Baskami Ginting mengatakan, pihaknya telah melakukan kegiatan serap aspirasi pada sepuluh kecamatan di Kota Medan.

Adapun sepuluh kecamatan tersebut yaitu, Kecamatan Medan Polonia, Medan Baru, Medan Tuntungan, Medan Barat, Medan Selayang, Medan Johor, Medan Maimun, Medan Sunggal dan Medan Helvetia.

Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, temuan yang menjadi usulan masyarakat untuk menjadi perhatian dan masalah dasar bagi pemerintah setempat ini terkait dengan bidang pendidikan, infrastruktur dan kesehatan.

BACA JUGA :  Pj Gubsu Kembali Tetapkan Ewin Putra Sebagai Plt Dirut Perumda Tirtanadi

“Selama melakukan reses di dapil, saya mendatangi warga dan berdialog dengan para pedagang, banyak sekali persoalan yang saya dapat terutama soal pendidikan dan kesehatan,” ujarnya, Jumat (26/1/2024).

Masalah infrastruktur misalnya, menurut Baskami banyak warga yang mengeluhkan tersumbatnya parit di wilayah Jalan Berdikari, Medan Baru.

“Ada juga warga yang meminta jalan di gang-gang rumahnya agar diperbaiki karena kerap memunculkan kubangan air ketika musim hujan tiba,” tambahnya.

BACA JUGA :  Banjir Hambat Pemungutan Suara, Polda Sumut Prioritaskan Keselamatan dan Hak Pilih Warga

Persoalan pendidikan, kata Baskami sebagian keluarga yang tergolong prasejahtera mendambakan Kartu Indonesia Pintar untuk pendidikan anaknya.

“Mereka tergolong tidak mampu, di saat anak-anak butuh dana sekolah, tidak sanggup membayar. Saya khawatir anak-anak itu jadi putus sekolah,” tambahnya.

Belum lagi, kata Baskami, persoalan kesehatan dan kesejahteraan sosial.

“Banyak masyarakat tidak mendapatkan PKH dan Bansos lansia. Juga pelayanan kesehatan UHC itu harus ditingkatkan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Aksi Demo Jurnalis Sumut: Copot Kapolsek Patumbak, Tangkap Pelaku Penganiayaan Terhadap Wartawan

Baskami berharap nantinya masukan dari warga dapat diselesaikan pemerintah daerah selaku eksekutif.

“Sehingga reses ini bukan hanya seremonial saja tapi harus langsung diselesaikan secara kongkrit,” pungkasnya. (Red)