Diduga Rusak Jalan, Puluhan Warga Hentikan 4 Truk Pengangkut Kayu di Desa Sigarang-Garang Karo

News183 Dilihat

KARO – Puluhan warga dari Desa Sigarang-Garang, Suka Meriah, Bekerah dan Simacem menghentikan 4 unit mobil truk yang diduga membawa kayu dari penebangan liar di Jalan Gedung Olah Raga (GOR), Lahan Usaha Tani (LUT) Desa Sigarang-Garang, Selasa, (11/6/2024).

Alasan aksi warga ini karena truk-truk tersebut diduga tanpa izin dan tanpa pertanggungjawaban atas kerusakan jalan.

Dalam aksinya, warga memarkirkan mobil di tengah jalan menghadang truk-truk tersebut lewat. Sempat terjadi perdebatan antara warga dan supir truk.

BACA JUGA :  Kurir Sabu 20 Kg dan 30 Ribu Butir Pil Ekstasi Cituan dan Erwan Divonis Seumur Hidup

Salah seorang warga mengatakan truk pengangkut kayu tersebut membuat jalanan rusak. “Jalan ini ladang saya juga maka saya juga berhak berhenti di sini. Akibat truk tersebut jalan sekitar sini sudah rusak parah. Saya lihat tidak ada perhatian sama sekali, maka kami minta truk kayu ini jangan ada yang melintas, kalian putar balik saja, ini sudah kelewatan,” ucapnya.

BACA JUGA :  Baru Sebulan Menjabat, Kanit Reskrim Polsek Kualuh Leidong Tunjukkan Kepedulian, Siap Bantu Perbaikan Pos Kamling Simpang Tiga

Pengurus usaha kayu, berinisial H, kepada wartawan sebagaimana dilansir Harian Star, menyampaikan pihaknya tidak bisa putar arah. “Kami tidak akan balek arah karena ini tanjakan tidak mungkin balek arah karena kami merasa tidak ada merusak jalan,” katanya.

Sekitar 3 jam sempat mobil kayu dan warga berjejer di jalan tanpa ada yang mengalah, namun sekitar pukul 17.00 WIB, pihak keluarga H datang untuk meminta agar bisa lewat.

BACA JUGA :  Wujud Kepedulian Pendidikan, Jasa Raharja Sumut Serahkan Beasiswa Pendidikan Untuk Anak Berprestasi Anggota DPC Organda Pematang Siantar dan Simalungun

Warga Sigarang-Garang bersama Kepala Desa Bekerah dan Suka Meriah didampingi warganya tetap ngotot meminta agar mobil kayu jangan melewati jalan tersebut. Akhirnya dengan adanya kesepakatan, truk-truk tersebut melaju ke area penebangan kayu. (Red/sumber: harianstar)