Fortuner Tabrak Sepeda Motor dan Pejalan Kaki, Dua Tewas

News337 Dilihat

MEDAN – Pengemudi mobil Fortuner dihakimi warga di Jalan Abdul Hakim, Kelurahan Tanjung Sari, Medan Selayang, Minggu (12/1/2025) malam.

Pasalnya, pengemudi TS (20) dihakimi warga karena diduga menabrak sejumlah pengguna jalan di kawasan tersebut. Setelah tertangkap warga, mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Semarang itu diserahkan ke unit lantas Polsek Sunggal.

Menurut salah seorang warga, Wahyu mengatakan pengemudi Fortuner BK 17.. AEW awalnya menabrak seorang anak di kawasan Kampung Susuk. Diduga gugup, pengemudi memilih kabur ke kawasan Jalan Abdul Hakim.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kesiapsiagaan Sekolah, Jasa Raharja dan RS Bhayangkara Tebing Tinggi Beri Pelatihan PPGD di SMK KITA Teluk Mengkudu

Disana, pengemudi bersama dua orang rekannya kembali menabrak pengemudi sepeda motor.

“Awalnya menabrak anak-anak di daerah kampung susuk. Diduga supir mabuk, dikejar, lari sampai di depan perumahan classik 2 menabrak kembali pejalan kaki dan 2 sepeda motor,” jelas Wahyu, Senin (13/1/2025).

Akibat peristiwa itu, kata Wahyu, dua orang tewas di lokasi, sementara seorang lagi kritis.

“Dua meninggal, satu kritis. Anak-anak itu mengalami patah kaki. Jadi korbannya ada empat orang,” katanya.

BACA JUGA :  Kajatisu Idianto Apresiasi Bazar dan Pasar Murah Ramadan IAD Wilayah Sumut

Terpisah, Kanit Lantas Polsek Sunggal, AKP Andrea Nasution ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

“Benar, ada 4 korban. Dua tewas dan dua lagi kritis termasuk anak-anak,” ujarnya.

Dijelaskan Andrea, peristiwa itu bermula saat pengemudi Fortuner melaju kencang dari arah Kampung Susuk menuju Jalan Setiabudi. Belum diketahui pasti penyebabnya, pengemudi menabrak dua unit sepeda motor Honda Beat dan Supra.

“Korban kritis saat ini di rumah sakit Bina Kasih. Untuk yang anak-anak dibawa ke pengobatan tradisional dukun patah. Pengemudi mobil masih kita periksa,” katanya.

BACA JUGA :  Warga Miskin di Kelurahan Kwala Bekala Terabaikan, Belasan Tahun Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah

Saat mengemudi, lanjut Andrea, TS bersama dua orang rekannya Abraham (20) dan Guido Pasaribu (20). Keduanya berhasil kabur dari lokasi.

“Dua rekannya kabur,” ujarnya.

Disinggung pengemudi yang dikatakan dalam keadaan mabuk, perwira berpangkat tiga balok emas itu mengaku masih melakukan pendalaman.

“Masih kita dalami (dugaan mabuk),” tutupnya. (Red)