Gelar Safari Natal, Pemko Medan Ikut Bersukacita dan Ingin Berbagi Kasih

News686 Dilihat

MEDAN – Pelaksanaan Safari Natal menandakan Pemko Medan turut bersuka cita dan ingin berbagi kasih.

Demikian disampaikan Pj. Sekda Medan Topan Obaja Putra Ginting dalam Safari Natal Pemko Medan di GKI Sumut Bakal Jemaat Marelan, Minggu (15/12/2024).

Dalam kegiatan yang dihadiri pimpinan gereja, Asal Parlindungan, pimpinan perangkat daerah, dan segenap jemaat itu, Topan menyalurkan berbagai bantuan Pemko Medan kepada gereja tersebut, antara lain bansos sebesar Rp50 juta dari Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya Penatanaan Ruang Kota, Rp10 juta dari Dinas Sosial, dan paket berupa gula, susu, dan bubuk teh. Pemko melalui Dispora juga menyerahkan bantuan berupa satu set meja tenis meja dan 10 paket budikdamber serta 150 polibag bibit cabe merah dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan.

BACA JUGA :  Naik Perahu Karet, Bobby Nasution Cek Progress Gotong Royong Bersih-bersih Sungai Deli

“Bantuan ini menandakan Pemko Medan ikut merasakan suka cita, ingin berbagi kasih kepada sesama tanpa memandang suku atau agama. Di semua perayaan keagamaan kita hadir,” ungkapnya.

Topan menerangkan, Safari Natal Pemko Medan Tahun 2025 ini telah dimulai sejak November lalu.

“Ada lima tim Safari Natal Pemko yang berkunjung gereja-gereja di kecamatan seluruh kota,” terangnya,

BACA JUGA :  JPKP Sumut Minta Polrestabes Medan Limpahkan Berkas Penganiayaan Sucipto ke Kejari

Topan menyatakan, toleransi antarumat beragama di Medan cukup baik. Apalagi Medan, punya Wali Kota Bobby Nasution yang sangat care pada seluruh umat beragama, termasuk memilki hubungan yang baik dengan gereja-gereja.

“Ini adalah tahun terakhir beliau memimpin Medan. Tahun depan, sudah hampir pasti, beliau dilantik menjadi Gubenur Sumatra Utara. Mari kita doakan yang terbaik untuk beliau,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Driver Ojol Meninggal, Usai Mengantar Anak Sekolah

Pada bagian akhir, Topan berpesan gereja turut berperan memberantas penyalahgunaan narkoba. Peran ini dibutuhkan karena Sumut menempati peringkat pertama dalam hal penyalahgunaan narkoba. (Red)