Halau Panas, China Pasang Pendingin Kabut

HEADLINE, Medan, News20 Dilihat

CHINA – Sebuah video beredar di media sosial, menunjukkan sistem pendingin kabut yang dipasang di gedung-gedung tinggi. Metode pendingin udara ini bagaikan AC outdoor, metode baru buat hadapi cuaca panas.

Dikutip dari NDTV, Rabu (1/7/2026), video tersebut menunjukkan air disemprotkan dari atas gedung, menghasilkan kabut. Namun, video viral itu belum bisa dipastikan keasliannya.

Sistem pendingin ini diklaim dapat menurunkan suhu udara sekitar 3-6 derajat celcius di lingkungan sekitar gedung. Setidaknya bisa menambah sedikit kesejukan untuk lingkungan gedung.

BACA JUGA :  Tipu Korban 10 Juta, Polisi Gadungan Diamankan Polsek Pangkalan Brandan

Sistem pendingin kabut luar ruangan ini merupakan teknologi untuk mendinginkan ruang terbuka atau semi-terbuka. Caranya dengan menyemprotkan kabut air ultra-halus ke udara.

Metode tersebut bekerja berdasarkan prinsip pendinginan evaporatif. Tetesan air kecil akan menyerap panas dari udara sekitar ketika menguap. Alhasil, suhu lingkungan sekitar turun beberapa derajat.

Semprotan air itu disebut tidak akan membasahi orang atau permukaan ketika sistem bertekanan tinggi digunakan.

BACA JUGA :  Dukung Wali Kota Medan, Roby Barus: Siaga 24 Jam, Gaji Kepling Memang Layak Dinaikkan

Umumnya sistem pendingin ini dipasang di kafe, restoran, taman, teras, gudang, dan tempat acara. Sistem ini sangat bermanfaat di kala musim panas yang terik.

Memang, musim panas di China sedang parah-parahnya. Udara sangat panas bahkan di dalam gedung, menjadikannya bagaikan oven sehingga penghuni nggak betah di dalam.

Suhu udara di malam hari bisa melampaui 40 derajat Celsius. Suhu di Wilayah Ibu Kota Nasional (NCR) seminggu ini mencapai 51 derajat Celcius.

BACA JUGA :  Dilepas Zulkifli dan Wagirin Arman, Festival Takbir Akbar dan Pawai Obor di Klambir V Meriah!

Untungnya, ada metode pendinginan baru bagaikan AC outdoor. Tak cukup pakai kipas angin, ada gedung yang pasang sistem pendingin outdoor. Sistem itu tampak dipasang di atas sejumlah gedung di China.

Selain itu, AC outdoor tersebut mengonsumsi listrik dan air yang relatif sedikit dibandingkan pendingin udara konvensional. Hal ini menjadikannya solusi pendinginan yang hemat biaya untuk lingkungan luar ruangan.*