Kabar Gembira, Naik Pesawat Tujuan Domestik via KNIA Tidak Perlu Tes PCR

News81 Dilihat

Deli Serdang – HarianBasis.co –

Naik pesawat tujuan domestik dari Bandar Udara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara (Sumut) tak perlu lagi menyertakan hasil tes swab polymerase chain reaction (PCR) bila telah divaksin dua kali.

Calon penumpang cukup menunjukkan hasil negatif antigen pada H-1 jelang perjalanan.

“Mulai hari ini, calon penumpang yang melakukan perjalanan udara tujuan domestik sudah bisa pakai tes antigen dengan masa berlaku 1×24 jam.

BACA JUGA :  Pemprov DKI bersama Kepala Dinas Pariwisata Jakarta Andhika Permata, mengajak warga untuk merayakan malam tahun baru dalam gelaran spektakuler bertajuk “Semarak Jakarta Mendunia.”

Syaratnya jika sudah divaksin dosis kedua,” ujar Manager of Branch Communication & Legal Bandara Kualanamu Chandra Gumilar menjawab awak media (3/11/2021).

Chandra menerangkan, syarat penerbangan terbaru tersebut mengacu Surat Edaran (SE) nomor 96 tahun 2021, tentang pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi udara di pada masa pandemi COVID-19.

“Dalam isi aturan itu, bila calon penumpang baru divaksin dosis pertama wajib menyertakan hasil tes PCR yang berlaku 3×24 jam sebelum keberangkatan,” terangnya.

BACA JUGA :  Pengurus BKPRMI Tapteng Periode 2022-2026 Dilantik

Candra mengemukakan, jumlah penumpang mulai mengalami kenaikan yang signifikan. Itu setelah tarif tes PCR diturunkan pada 28 Oktober 2021.

“Sebelum penurun biaya tes PCR rata-rata jumlah penumpang di angka 6 ribu. Saat ini sudah beranjak naik 9 ribu. Kenaikan pasti  bertambah lagi, apalagi syarat tes antigen telah diberlakukan dengan harga yang murah Rp.85000,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Wakapolda Sumut Terus Pimpin Safari Shalat Subuh Berjamaah

Sebelumnya, penumpang yang melakukan penerbangan dari atau ke bandara di luar Jawa-Bali hanya diperbolehkan menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 dari RT-PCR.

Kini, penumpang sudah bisa menunjukkan surat keterangan hasil rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan dengan syarat divaksin dosis kedua.

Reporter : Tumanggor.