MEDAN — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumatera Utara terus memperkuat struktur dan basis dukungan dengan merekrut ratusan pengemudi ojek online sebagai kader baru. Mereka tergabung dalam wadah Komando Ojol Indonesia Raya (Kojira) Sumut.
Peresmian keanggotaan tersebut ditandai dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) partai kepada perwakilan driver ojol. Kegiatan berlangsung di Kantor DPD Gerindra Sumut di Medan, akhir pekan lalu.
Sekretaris DPD Gerindra Sumut, Sugiat Santoso, menyampaikan apresiasi atas komitmen para pengemudi yang telah memilih bergabung. Ia berharap para kader baru dapat menjaga solidaritas dan berperan aktif membantu masyarakat.
“Kami berharap, rekan-rekan ojol bisa terus kompak. Jangan hanya sekadar bergerak, tapi pastikan setiap langkah kita memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Sugiat dalam keteranganya, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, kekompakan kader menjadi faktor penting dalam mendukung serta mengawal berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran komunitas ojol di dalam partai juga dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas jaringan sosial politik yang dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Hal senada disampaikan Bendahara DPD Gerindra Sumut, Meriyawaty Amelia Prasetio. Ia menilai bergabungnya para driver merupakan bentuk kontribusi nyata dalam perjuangan sosial dan politik, sekaligus bukti bahwa partai membuka ruang bagi pekerja sektor informal untuk terlibat aktif.
“Inti dari perjuangan ini adalah bagaimana kita bergerak untuk menjadi bermanfaat bagi sesama,” ujar Ayin, sapaan Meriyawaty Amelia Prasetio.
Di sisi lain, Ketua Kojira Sumut, Rudi Zulham Hasibuan, menjelaskan bahwa organisasinya berkembang pesat sejak dibentuk pada Desember 2025. Awalnya hanya terdiri dari belasan komunitas, kini Kojira telah menaungi 30 komunitas dengan jumlah anggota mencapai lebih dari 2.000 orang yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Utara, termasuk Binjai dan Deli Serdang.
“Kojira adalah wadah mega aliansi yang terus diminati karena asas manfaatnya. Kami bergerak dengan pakta integritas. Setiap anggota bergabung tanpa paksaan, karena Kojira berada di bawah binaan partai ini,” ujar Rudi.
Ia menegaskan, Kojira tidak hanya berperan dalam kegiatan politik, tetapi juga fokus pada peningkatan kesejahteraan anggota. Program yang direncanakan antara lain pembentukan koperasi dan penyediaan pendampingan hukum bagi para pengemudi.
Selain itu, Kojira juga berencana memperluas keanggotaan dengan mengajak pengemudi transportasi online roda empat untuk bergabung. Bahkan, konsep organisasi ini mulai menarik perhatian daerah lain seperti Surabaya dan Bandung yang mempertimbangkan pembentukan wadah serupa.
“Keberadaan Kojira sudah menarik minat rekan-rekan ojol di Binjai dan Deli Serdang. Bahkan Kojira Sumut mulai dilirik sebagai model percontohan bagi daerah lain di Indonesia. Sejumlah daerah seperti Surabaya dan Bandung, mulai menjajaki pembentukan wadah serupa, membentuk wadah bagi kader Gerindra yang berasal dari pengemudi online,” tandasnya.
Sebagai informasi, Kojira merupakan organisasi sayap Gerindra yang lahir dari inisiatif berbagai komunitas pengemudi ojol dan dideklarasikan di Medan pada Desember 2025. Organisasi ini diharapkan menjadi sarana perjuangan sekaligus wadah pemberdayaan bagi para pengemudi transportasi online. (r/isl)






