PW ISARAH Sumut Segera Bentuk Simpul Sarjana Penggerak

Sumut91 Dilihat

MEDAN – Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Al Washliyah (PW ISARAH) Sumatera Utara melaksanakan rapat persiapan untuk membentuk simpul-simpul Sarjana Penggerak pada Jumat (29/7/2022), di DAZ Café Teladan, Medan.

Dalam rapat yang dihadiri langsung oleh Ketua PW ISARAH Sumut itu, diputuskan mengangkat M Mulyadi Koto SH, sebagai ketua tim, dan Hasnul Arifin Rambe SPd, sebagai pendampingnya.

Ketua PW ISARAH Sumut, Abdul Thaib Siahaan ST, mengatakan pembentukan simpul Sarjana Penggerak ini dilakukan agar keberadaan pengurus ISARAH di berbagai daerah memiliki fungsi yang jelas.

BACA JUGA :  180 Eks Pedagang Buku Lapangan Merdeka Pertanyakan Perihal Surat Undangan Verifikasi Dinas PKPPR Medan

“Kita lihat selama ini pembentukan pengurus daerah cenderung dilakukan untuk kepentingan sesaat. Karenanya kami menginginkan pada masa mendatang, setiap Pengurus Daerah ISARAH secara otomatis merupakan simpul Sarjana Penggerak agar ISARAH ini memiliki tujuan yang jelas,” terang Abdul.

Abdul berharap setelah simpul-simpul Sarjana Penggerak ini terbentuk di tingkat daerah melalui keberadaan PD ISARAH di seluruh kabupaten/kota, maka masing-masing pengurus daerah bertanggung jawab untuk membentuk simpul-simpulnya di tingkat cabang hingga ke tingkat ranting.

BACA JUGA :  PW IPA Sumut Sindir Kapolri: Ikan Busuk Mulai dari Kepala

Pada kesempatan yang sama Mulyadi Koto selaku ketua tim terpilih menambahkan bahwa program Sarjana Penggerak ini seyogyanya pernah menjadi program pemerintah melalui Kementerian
Pemuda dan Olahraga. Akan tetapi program tersebut saat ini tampaknya sudah tidak muncul lagi.

“Dulu ada yang namanya SP3 (Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan). Program di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga. Namun saat ini sepertinya sudah tidak ada lagi,” terang Mulayadi Koto.

BACA JUGA :  Pelatihan Jurnalistik Digital, Dedi Iskandar Batubara: Sampaikan Al Washliyah Secara Utuh ke Masyarakat

“Nah, program Sarjana Penggerak yang kami maksud sebetulnya tidak jauh berbeda dengan yang dulu pernah terjadi. Artinya setiap pengurus ISARAH di berbagai tingkatan harus memiliki tanggungjawab moral sebagai penggerak pembangunan di lingkungannya,” tutup Mulyadi. (Red)