Susuri Jalan Rusak Berat Labura-Toba Sepanjang 35 Km, Bobby Nasution: Awal Tahun 2026 Kita Kerjakan

Sumut326 Dilihat

Labura. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyusuri jalan rusak berat yang menghubungi Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dan Kabupaten Toba sepanjang 35 Km, Kamis (26/9/2025).

Jalan yang mengubungi dua Kabupaten itu melewati jalan yang mendaki dan dikelilingi hutan. Kondisi jalan yang terlihat dipenuhi medan bebatuan dan lumpur, dengan jarak hingga 4 jam.

Bobby Nasution mengakui mobil yang dinaikinya pun sempat mengalami kendala saat melintas di jalan tersebut. Hasilnya, Ia mendapati 35 Kilometer jalan dalam kondisi yang harus diperbaiki.

BACA JUGA :  DWP Sumut Tegaskan Komitmen Lawan KDRT, Perempuan Diminta Tidak Lagi Diam

“Ya goyang-goyang (mobilnya,red), nyangkut-nyangkut. Jalan yang rusak tadi (dari Labura ke Toba) ada sekitar 35 kilometer,” ujarnya kepada wartawan.

Bobby mengatakan, jalan tersebut direncanakan akan diperbaiki pada tahun depan.

“Insya Allah bisa dikerjakan tahun depan, karena sudah masuk dalam perencanaan tahun ini, Mudah-mudahan tahun depan kita bisa kita bangun fisiknya yang dari Toba ya,” ucapnya.

BACA JUGA :  Aneh! Anggaran Promosi Media Cetak dan Elektronik Dinas Pariwisata Medan, Dipakai untuk Cetak Brosur dan Spanduk!

Ia pun berharap pengerjaan bisa dilakukan pada bulan Januari 2026.

“Perencanaan kita di awal tahun depan ya seharusnya, dua tiga bulan paling selesai ya. Jadi di awal tahun di bulan Maret atau Februari, kalau bisa Januari lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu untuk jalan rusak yang mendekati wilayah Kabupaten Labura sudah mulai diperbaiki pada tahun ini.

BACA JUGA :  Diduga Tidak Konsisten, Sikap Pembimas Hindu Kemenag Sumut Dipertanyakan Dalam Polemik Shri Mariamman Kuil

“Kalau yang dari Labura akan dikerjakan tahun ini. Manfaatnya semoga hasil pertanian mudah-mudahan bisa lebih baik lagi, karena jalan rusak ini daya belinya rendah,” tuturnya.

Bobby pun berharap agar dengan adanya perbaikan jalan bisa berdampak pada perekonomian warga dan wisata di Labura dan Toba.

“Semoga perekonomian bisa membaik, wisata juga bisa masuk dari Labuhan Batu Utara,” katanya.

(mdc/zan)