Tidak Ada Lagi Kutipan Liar di Jalur Menuju Sidebuk Debuk, Warganet Apresiasi Bobby Nasution

Sumut32 Dilihat

MEDAN – Praktik kutipan liar di jalur menuju objek wisata Pemandian Air Panas Sidebuk Debuk, Berastagi, Kabupaten Karo, dikabarkan sudah tidak ditemukan lagi. Informasi tersebut mencuat setelah beredarnya video pendek di media sosial yang memperlihatkan kondisi terbaru di kawasan wisata tersebut.

Dalam video yang diunggah salah satu akun media sosial itu terlihat spanduk yang terpasang di lokasi menyatakan bahwa pengunjung tidak lagi dikenakan kutipan liar, baik saat memasuki akses pertama menuju kawasan wisata maupun di titik-titik lain di sepanjang jalur menuju pemandian air panas.

BACA JUGA :  Polres Simalungun gerebek pria baru payah di kamar kost

Pemilik akun dalam video tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, yang dinilai telah turun langsung menangani persoalan tersebut melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Menurutnya, penghentian praktik kutipan liar merupakan langkah positif bagi pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Karo. Dalam video itu juga disebutkan bahwa pungutan liar merupakan tindakan yang tidak baik karena dapat merugikan daerah serta mencoreng citra objek wisata yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Sumatera Utara.

BACA JUGA :  Gubernur Bobby Nasution Temui dan Dengarkan Keluhan Ribuan Driver Ojol

Selain mengapresiasi upaya penertiban tersebut, pemilik akun juga berharap Pemerintah Kabupaten Karo dapat memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur jalan menuju kawasan Pemandian Air Panas Sidebuk Debuk.

Perbaikan akses jalan dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Video tersebut kemudian mengundang beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warganet menyampaikan apresiasi atas hilangnya praktik kutipan liar yang selama ini kerap dikeluhkan wisatawan.

Namun, tidak sedikit pula yang meminta agar pengawasan tetap dilakukan secara berkelanjutan. Mereka menilai praktik kutipan liar di kawasan wisata tersebut pernah berulang dalam beberapa kesempatan sehingga diperlukan pengawasan yang konsisten agar kondisi serupa tidak kembali terjadi.

BACA JUGA :  Lapangan Stadion Teladan Piala AFF U-19 Dipakai Komunitas Lari, Warganet Ramai Serang Rico Waas : Siapa Beri Izin?

Masyarakat berharap penertiban yang telah dilakukan dapat dipertahankan dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing sektor pariwisata Kabupaten Karo, khususnya kawasan wisata Pemandian Air Panas Sidebuk Debuk yang selama ini menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di dataran tinggi Berastagi. (Red)