Proyek Pipa Air Bersih Diduga Senilai Ratusan Juta di Tanjung Leidong Disorot: Papan Proyek Tak Terlihat, Pekerja Menghilang

News, Sumut8 Dilihat

LABUHAN BATU UTARA – Proyek penanaman pipa jaringan air bersih di Jalan Besar Pasar Baru, Kelurahan Tanjung Leidong, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, pekerjaan yang diinformasikan diduga bernilai Ratusan juta tersebut telah berjalan, namun papan informasi proyek tidak terlihat di lokasi.Selasa 13/10/26

Kondisi ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga sekitar mempertanyakan tujuan pembangunan jaringan pipa air bersih tersebut, termasuk sumber anggaran, pihak pelaksana, serta sejauh mana realisasi pekerjaan yang sedang dilaksanakan.

Keberadaan papan informasi proyek dinilai penting sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat. Melalui papan tersebut, publik dapat mengetahui informasi mengenai kegiatan pembangunan, nilai anggaran, pelaksana proyek, dan jangka waktu pengerjaan.

BACA JUGA :  KP Norman Pertanyakan Rocky Gerung Jadi Wantimpres: Rekam Jejak Kritik terhadap Kekuasaan Disorot

“Kalau proyek ini untuk kepentingan masyarakat, tentu kami ingin mengetahui informasi yang jelas. Apalagi nilai proyeknya diinformasikan Ratusan juta. Kami berharap pihak terkait memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan tanda tanya,” demikian harapan warga sekitar.

Selain persoalan papan informasi, warga juga menyoroti kondisi di lapangan karena para pekerja disebut sudah tidak terlihat lagi melakukan aktivitas pengerjaan. Hingga kini, belum diketahui secara pasti apakah pekerjaan tersebut sedang dihentikan sementara atau terdapat alasan lain.

Wartawan kemudian berupaya melakukan konfirmasi kepada Hendri, yang diduga sebagai pengawas lapangan proyek penanaman pipa air bersih tersebut. Konfirmasi itu berkaitan dengan tidak terlihatnya papan informasi proyek serta kondisi pekerjaan yang tidak lagi menunjukkan aktivitas pekerja.

BACA JUGA :  Sumut Foundation: dr Hari Sapna Sosok Berintegritas, Konsisten Benahi Layanan Kesehatan Asahan

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pesan konfirmasi yang dikirimkan kepada Hendri belum mendapat balasan.

Masyarakat berharap pihak pelaksana kegiatan dan instansi terkait segera memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proyek tersebut. Jika benar menggunakan anggaran sekitar Rp200 juta, warga menilai transparansi informasi sangat diperlukan agar pelaksanaan pembangunan dapat diketahui dan diawasi bersama.

Warga juga meminta instansi yang berwenang melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan proyek, termasuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA :  Kisruh Akses Jalan di Jambi, Ribuan Sopir Angkutan Batubara Terancam Hilang Pekerjaan

Transparansi menjadi harapan masyarakat. Pembangunan jaringan air bersih merupakan kebutuhan penting bagi warga. Karena itu, informasi mengenai pelaksanaan, anggaran, dan progres pekerjaan perlu disampaikan secara jelas agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi mengenai sumber pendanaan, nilai kontrak pasti, identitas pelaksana, maupun alasan tidak terlihatnya papan informasi proyek. Berita ini tetap membuka ruang bagi pihak pelaksana dan instansi terkait untuk memberikan klarifikasi demi pemberitaan yang berimbang. (heri)