Pemprov Sumut Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha Wiratama

Nasional160 Dilihat

JAKARTA -Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha Wiratama dari Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, pada acara Hub Space 2024 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9/2024).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Pj Gubernur Sumut, Agus Fatoni. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi Pemprov Sumut dalam penyelenggaraan transportasi perkotaan, bersama 76 pemerintah daerah lainnya.

BACA JUGA :  Kapolri Minta Oknum Brimob Terduga Penganiaya Anak Ditindak Tegas

Menhub, Budi Karya Sumadi mengungkapkan, ini merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas transportasi bagi masyarakat. “Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi kepada daerah-daerah yang berhasil meningkatkan pelayanan transportasi dan memberikan manfaat yang nyata bagi warganya,” ujar Budi Karya.

Kadishub Sumut, Agustinus Panjaitan, yang mendampingi Pj Gubernur Sumut dalam acara tersebut, menyampaikan, penghargaan ini mencerminkan komitmen kuat Pemprov Sumut dalam membenahi layanan transportasi, terutama di kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang (Mebidang).

BACA JUGA :  Mukhtamar ke-15 PUI, Gubernur Bobby Ungkap Tantangan Besar Sumut Beberapa Tahun Terakhir

“Penghargaan ini adalah bukti bahwa kami serius memperbaiki transportasi perkotaan. Kami sudah melakukan berbagai langkah, seperti menyusun Sustainable Urban Mobility Plan atau SUMP pada 2020 dan menandatangani MoU Pengembangan Transportasi Massal Berbasis Jalan atau BRT di kawasan Mebidang pada 2022,” jelas Agustinus.

Ia menambahkan, pada 2023 Pemprov Sumut bersama Kementerian Perhubungan, AFD Prancis, dan World Bank telah meluncurkan MASTRAN Project untuk pembangunan transportasi massal berbasis BRT di Mebidang.

BACA JUGA :  Yusman Dawolo Kembali Berbagi, Salurkan Bantuan Beras 10 Kg & Beasiswa Rp8 Juta Kepada Masyarakat Membutuhkan.

“Proyek BRT ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan layanan transportasi massal yang lebih efisien dengan fasilitas halte dan infrastruktur pejalan kaki yang lebih baik,” pungkas Agustinus. (Red)