KAD yang Digagas Pemko Medan dalam Menjaga Ketersediaan Pasokan Pangan Patut Jadi Role Model

News182 Dilihat

MEDAN – Kerja sama antar-daerah (KAD) yang telah digagas Pemko Medan dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan dan pengendalian inflasi dengan beberapa daerah, patut dijadikan role model (panutan) bagi daerah lain. Teranyar, Pemko Medan kembali menandatangani KAD dengan Pemkab Batubara dalam penyediaan bahan pangan pokok (bapok) cabai.

Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Bupati Batubara Zahir di rumah dinas Bupati Batubara, Senin (17/4/2023). Selepas itu dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) yang dilakukan Dirut PUD Pasar Medan Suwarno dengan Ketua Kelompok Tani Makmur Lubuk Cuik Salidi.

Wali Kota Medan Bobby Nasution menjelaskan dengan adanya PKS tersebut, nantinya cabai hasil produksi Kelompok Tani Makmur akan dibeli oleh PUD Pasar Medan yang berkolaborasi dengan PT Pilar Grup Indonesia. Dalam satu minggu, pembelian dilakukan sebanyak 10 ton dengan harga beli Rp25 ribu/kg secara flat.

BACA JUGA :  MTQ ke-40 Sumut Resmi Dibuka! Bobby Nasution: Jadikan Alquran Spirit Pembangunan Demi Sumut Berkah

“Jadi apabila harga cabai turun, PUD Pasar Medan akan membeli seharga Rp25 ribu perkilo. Cuma kalau nanti harga cabai ada kenaikan, jangan pula dijual ke daerah lain,” ungkap menantu Presiden Joko Widodo tersebut.

Bobby melanjutkan KAD ini sebagai upaya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pangan di Kota Medan. Adanya KAD ini, dapat menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi khususnya cabai.

Seperti diketahui, lanjut Bobby, Kota Medan bukanlah daerah produksi pertanian. Oleh sebab itu untuk memenuhi kebutuhan pangan, Kota Medan mendapat pasokan dari daerah lain di Sumut dan luar Sumut yang memang menjadi kawasan produksi pertanian.

BACA JUGA :  Tahun 2022 Tembus Rp26,7 Miliar. Januari Hingga 6 Februari 2023, Transaksi UMKM di Katalog Elektronik Lokal Medan Capai Rp1,04 Miliar

“Semoga kerja sama ini semakin baik kedepannya. Petani dapat kepastian harga dan Kota Medan terjaga pasokannya,” pungkas Bobby.

Sementara itu, Bupati Batubara Zahir menyampaikan terima kasih atas KAD yang dilakukan. Karena KAD tak hanya sekadar seremonial belaka, tetapi langsung implementasi yakni kerja sama PUD Pasar Medan dengan membeli hasil produksi dari Kelompok Tani Makmur Lubuk Cuik. Zahir berharap agar KAD yang digagas Bobby Nasution mampu menjawab kerasahan kelompok tani cabai mengenai kepastian harga.

BACA JUGA :  Pungli Ditertibkan, Pengunjung Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk Membludak!

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Doddy Zulverdi sangat mengapresiasi KAD yang dilakukan Pemko Medan dan Pemkab Batubara. Karena KAD ini merupakan langkah yang baik dalam mengatasi kestabilan harga pangan yakni dengan pendekatan dari hulu hingga sampai ke masyarakat. Doddy berharap agar kerja sama yang telah dilakukan ini dapat dijaga komitmennya.

“Ketika saya mempresentasikan di kantor pusat Bank Indonesia mengenai KAD yang dilakukan Pemko Medan dengan Pemkab Dairi dalam penyediaan cabai beberapa waktu lalu, dipandang sebagai kerja sama yang baik sekali. Bahkan KAD seperti ini patut menjadi role model (panutan) bagi daerah lain,” tandasnya. (Red)