Wakapoldasu Mendengarkan Curhat Masyarakat Melalui Safari Subuh

News253 Dilihat

MEDANWakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Wakapoldasu) Irjen Pol Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. kembali melaksanakan safari Subuh, di Masjid Al Jamik Ash-Solihin Kecamatan Medan Maimun, Kamis (12/01/2023). 

Sesampainya di Masjid Al Jamik Ash-Solihin Wakapoldasu di dampingi Dirbinmas Polda Sumut Kombes Pol Ja’far Soddik S.H., M.H., M.han.,Kapolsek Medan Baru, Personil Ditbinmas dan Ditsamapta Polda Sumut disambut Badan Kenaziran Mesjid (BKM) Jamik Ash-Solihin dilanjutkan dengan Sholat Subuh berjamaah di Mesjid tersebut.

BACA JUGA :  Maksimalkan Pelayanan Pelanggan, PDAM Trita Wampu Berjibaku Atasi Air Berlumpur

Selanjutnya Wakapoldasu bersilaturahmi kepada Jamaah Masjid Jamik Ash-Solihin. Dalam penyampaiannya kepada para Jamaah, kegiatan ibadah sholat subuh berjamaah ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan selain melaksanakan sholat subuh berjamaah juga mendengarkan langsung  curahan hati masyarakat mengenai situasi Keamanan dan Ketertiban.

Irjen Pol Dr. Dadang Hartanto mengatakan situasi yang berkembang sekarang ini dimana teknologi semakin berkembang media sosial berperan dalam penyebaran berita baik yang positif dan negatif ( Hoax ).

BACA JUGA :  Berangkatkan 16.500 Peserta Mudik Gratis Kereta Api, Jasa Raharja Hadirkan Fasilitas Khusus bagi Disabilitas

“Harapan kita kepada para Jamaah dapat memahami mana berita yang layak untuk di ikuti, serta dapat menjadi filter dalam keluarga dan masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman dan pecah belah di tengah keluarga dan masyarakat,”ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wakapoldasu juga menyampaikan rasa syukur atas kenaikan pangkatnya Dari Brigadir Jenderal Polisi menjadi Inspektur Jenderal polisi, 

BACA JUGA :  Hingga November 2024, Lebih dari 2 Juta Penerima Manfaat Rumah Zakat Terbantu

Sebelum berpamitan meninggalkan Jamaah Masjid Jamik Ash-Solihin Dadang menyempat diri minta permohonan maaf

Saya mohon maaf jika selama menjabat sebagai wakapolda ada perbuatan yang kurang berkenan di hati masyarakat Sumatera Utara. (esa)