Sikapi Perbedaan Idul Fitri, Wakil Rakyat Minta Warga Saling Menghormati

Politik116 Dilihat

Medan, Menarapos.com – Anggota Komisi I DPRD Kota Medan Rudiyanto Simangunsong meminta warga Kota Medan, Sumatera Utara, menyikapi perbedaan Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah dengan saling menghormati.

“Pandangan kami perbedaan merayakan Hari Raya Idul Fitri adalah rahmat sekaligus bukti keberagaman bangsa Indonesia yang saling menghormati,” kata Rudiyanto Jumat (21/04/23).

Perbedaan Hari Raya Idul Fitri, lanjut politisi ini, terjadi karena perbedaan metode penetapan hari kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh di bulan suci Ramadhan.

BACA JUGA :  KPU DKI Tetapkan Pramono-Rano Pimpin Jakarta 2024-2029

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah jatuh pada Sabtu, 22 April 2023, merupakan hasil sidang isbat di Jakarta, Kamis (20/4).

Sedangkan Muhammadiyah yang organisasi Islam besar di Indonesia menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah jatuh pada Jumat, 21 April 2023.

“Tidak perlu bersitegang akan perbedaan ini, dan mengklaim mana yang paling benar. Hal ini tidak menguntungkan, bahkan bisa memunculkan gesekan sosial yang tidak kita kehendaki,” tegas Rudiyanto.

BACA JUGA :  DPRD Medan Tinjau Penimbunan Hutan Mangrove, Hadi Suhendra: Tindak Tegas Pengusaha Nakal

Legislator ini juga mengajak semua pihak patut bersyukur dan mengapresiasi pemerintah, karena memberikan keluasan pilihan yang mana diyakini hari kemenangan bagi umat Islam.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan, Sumatera Utara, menggelar Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah di 54 lokasi di Medan, Jumat (21/4).

Data Pemerintah Kota Medan ada 1.115 masjid dan 653 mushola sebagai pusat kegiatan keagamaan umat Islam di Ibukota Provinsi Sumatera Utara.

BACA JUGA :  KPU Sumut Rekrut 176.561 Petugas KPPS

“Kami mengajak kita semua untuk saling menghormati perbedaan tersebut dengan menjaga ukhuwah islamiah di antara kita,” ungkap Rudiyanto merupakan politisi asal Kota Tanjungbalai ini.(red)