LABUHANBATU UTARA – Keresahan warga di Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kembali mencuat. Sejumlah kasus dugaan pencurian dilaporkan terjadi di beberapa titik, dengan barang yang hilang beragam, mulai dari handphone, perhiasan emas, hasil kebun hingga ternak.Selasa 22/09/26
Yang membuat warga semakin khawatir, aksi dugaan pencurian tersebut disebut tidak mengenal waktu. Tidak hanya berlangsung pada malam hari, pencurian bahkan diduga terjadi pada siang bolong ketika aktivitas masyarakat masih ramai.
Salah satu kasus terbaru terjadi di Oska Ponsel, Jalan Stadion, Kelurahan Tanjung Leidong, Senin (21/9/2026). Dua unit handphone baru milik toko tersebut diduga dibawa kabur oleh seorang terduga pelaku.
Peristiwa itu telah dilaporkan ke Polsek Kualuh Leidong. Informasi yang diperoleh menyebutkan identitas terduga pelaku telah diketahui. Namun, hingga berita ini ditulis, keberadaannya masih dalam pencarian pihak kepolisian.
Tak jauh dari lokasi tersebut, kasus dugaan pencurian juga dilaporkan pada hari jumat 04/09/2026 terjadi di jalan Gang Pusara, Kelurahan Tanjung Leidong. Sejumlah perhiasan emas dengan nilai jutaan rupiah dilaporkan hilang. Korban disebut telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Keresahan warga ternyata tidak berhenti pada kehilangan handphone dan emas. Di kawasan Simpang Tiga, Kelurahan Tanjung Leidong, warga juga mengaku mengalami kehilangan berbagai hasil kebun maupun barang lainnya.
Buah pisang, kelapa hingga ternak disebut menjadi sasaran pencurian. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat mulai merasa waswas, terutama ketika harus meninggalkan rumah, kebun maupun tempat usaha.
Kanit Reskrim Polsek Kualuh Leidong IPDA Andi Fahri Hasibuan, SH., MH., saat dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya masih menangani laporan-laporan tersebut.
Terkait kasus dugaan pencurian handphone di Oska Ponsel, polisi masih berupaya mencari keberadaan terduga pelaku.
“Masih kami cari keberadaan pelakunya, Bang,” ujar Andi.
Sementara mengenai dugaan pencurian emas, Andi mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu mengecek perkembangan perkara kepada penyidik.
“Sabar, Bang. Nanti saya kabari. Saya tanya dulu penyidik,” katanya.
Andi juga menyampaikan informasi yang diperoleh pihaknya bahwa terduga pelaku pencurian handphone diduga melarikan diri ke arah Tanjungbalai.
“Kemarin itu katanya ke Tanjungbalai, lari. Kalau tidak salah. Mana tahu Abang tahu posisinya di mana, tolong kasih kabar kami, atau kalau dapat nomor HP-nya, biar kami ungkap,” ujarnya.
“Kami juga akan cari tahu ini. LP banyak di tempat kita, Bang. Penyidiknya cuma tiga orang, harus kerja keraslah kita, Bang,” sambungnya.
Maraknya laporan kehilangan tersebut membuat warga berharap kepolisian meningkatkan patroli dan pengawasan di sejumlah kawasan yang dianggap rawan.
Warga juga berharap setiap laporan yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum, sehingga masyarakat memperoleh rasa aman dan kepastian terhadap penanganan perkara.
“Kami berharap pelaku-pelaku pencurian segera ditangkap. Jangan sampai masyarakat terus merasa takut meninggalkan rumah atau menyimpan barang berharga, karena pencurian bisa terjadi kapan saja,” ujar seorang warga.
Terkait adanya informasi mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang disebut sebagian warga berkaitan dengan keresahan keamanan, hal tersebut masih sebatas dugaan. Informasi tersebut tetap memerlukan pembuktian melalui penyelidikan dan keterangan resmi aparat penegak hukum.
Warga berharap situasi keamanan dan ketertiban di Kecamatan Kualuh Leidong segera kembali kondusif. Mereka ingin dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang tanpa dihantui kekhawatiran kehilangan harta benda.(heri)
