Progres Rehabilitasi Jaringan Irigasi Afia Capai 20 Persen, Kontraktor & Tomas Tegaskan Pekerjaan Sesuai Perencanaan.

News, Sosial8 Dilihat

GUNUNGSITOLI – Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026, terus berjalan. Progres pekerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 20 persen.

Proyek dengan nilai anggaran Rp8.624.566.000 tersebut dilaksanakan oleh CV Permata Jennita. Di tengah adanya sorotan dan pemberitaan mengenai dugaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, pihak pelaksana memberikan klarifikasi langsung dari lokasi pekerjaan.

Hal itu disampaikan Perwakilan CV Permata Jennita (Reformasi Zega) dalam kegiatan konferensi pers di Desa Tetehosi Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Kamis (24/9/2026)

            Foto : Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Afia.

Reformasi menegaskan bahwa pekerjaan yang dipercayakan oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli kepada pihaknya hingga saat ini masih berjalan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Pekerjaan yang dipercayakan oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli kepada kami selaku pihak kontraktor sampai saat ini tidak ada yang salah,” ujar Reformasi.

Dia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan telah mendapat pengawasan dari pihak terkait, khususnya pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Gunungsitoli. Sehingga seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan berdasarkan gambar dan spesifikasi teknis yang telah direncanakan.

BACA JUGA :  Mau Tawuran di Jamin Ginting, 12 Anggota Geng Motor Diamankan. Ada yang Bawa Senjata

“Kami bekerja sesuai spek atau gambar yang sudah direncanakan oleh pihak PUTR Pemerintah Kota Gunungsitoli. Tidak ada pekerjaan yang kami tutup-tutupi di sini”, Pungkasnya

Menurut Reformasi pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut bukan semata-mata hanya berkaitan dengan pekerjaan konstruksi, tetapi memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Selain mendukung fungsi jaringan irigasi, pelaksanaan proyek juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
“Pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi di Afia adalah kepentingan masyarakat banyak. Pekerja di sini juga masyarakatnya.

“Tidak ada permainan dalam pekerjaan ini. Dengan adanya pekerjaan yang dialokasikan oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli, tentunya sangat membantu pendapatan ekonomi masyarakat”, Ungkap Reformasi

Ditempat yang sama, Tokoh Masyarakat Kecamatan Gunungsitoli Utara (Besokhi Ziliwu alias Ama Ifan) menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan jaringan irigasi tersebut. Menurutnya, Pembangunan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang selama ini menghadapi persoalan genangan air ketika hujan turun.

“Kami selaku masyarakat sangat mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Gunungsitoli atas kerja keras Bapak Walikota Gunungsitoli (Sowa’a Laoli) yang memperhatikan desa kami, terutama dalam pengalokasian pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi, khususnya di Dusun IV Desa Tetehosi Afia. Sejak pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi ini mulai dikerjakan, masyarakat merasa senang. Sebelumnya, rumah warga selalu terkena banjir ketika hujan karena air meluap hingga ke jalan”, Ucap Besokhi

BACA JUGA :  Pangdam III/Siliwangi Peduli Veteran PKRI Berikan Paket Sembako Dan Tali Asih

Dia juga membantah sejumlah narasi negatif terkait pekerjaan ini dan menegaskan bahwa dirinya selalu proaktif melihat adanya aktivitas pengawasan di lokasi pekerjaan.

“Terkait tudingan pekerjaan asal jadi dan tidak sesuai perencanaan, informasi itu menurut saya tidak benar. Saya melihat setiap hari para pekerja diawasi oleh pihak PUTR yang memantau di lokasi proyek”, Tandasnya

Hal senada disampaikan salah seorang Penggiat Anti Korupsi (Siswanto Laoli) yang berpendapat agar kiranya setiap penilaian terhadap hasil akhir proyek, sebaiknya dilakukan secara proporsional dengan melihat keseluruhan proses dan dokumen pekerjaan.

“Pekerjaan yang sedang dikerjakan oleh pihak rekanan tidak boleh diganggu, karena pekerjaan itu masih menjadi tanggung jawab rekanan dan sedang berlangsung”, Katanya

Menurut Siswanto, Masyarakat tetap memiliki peran penting dalam melakukan control sosial terhadap proyek pemerintah. Namun, pengawasan tersebut hendaknya dilakukan secara objektif dan berdasarkan fakta di lapangan.

BACA JUGA :  PP Gerakan Pemuda Alwashliyah Desak Jaksa Agung Jujur dan Transparan Bongkar Kasus Febri Adriansyah

Pada akhirnya, Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari sejauh mana infrastruktur tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Pembangunan/Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, dengan nilai anggaran Rp8.624.566.000 yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Tahun Anggaran 2026, sebaiknya kita dukung melalui kritik yang konstruktif, supaya pembangunan tersebut benar-benar berguna bagi masyarakat setempat. Jangan sampai karena ego atau unsur lainnya, orang lain dirugikan oleh kepentingan yang tidak berdasar”, Tuturnya

Siswanto turut menghimbau masyarakat setempat untuk ikut menjaga dan mengawal pembangunan tersebut hingga selesai. Pembangunan rehabilitasi ini diharapkan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan pekerjaan yang masih berjalan, serta pengawasan dari pihak teknis pemerintah dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan proyek tetap mengacu pada perencanaan, spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, serta tujuan pembangunan yang telah ditetapkan.

“Saya mengajak masyarakat Desa Tetehosi Afia untuk saling mendukung pembangunan jaringan irigasi Afia yang saat ini sudah mencapai progres kurang lebih 20 persen”, Harapnya