Selamat Datang Gubernur Sumut, Harapan Pemulihan Di Tengah Tantangan Berat Ekonomi

Bisnis22 Dilihat

– Medan. Kepala daerah terpilih akan segera bertugas dalam waktu dekat ini. Sejumlah tantangan besar pembangunan ekonomi sudah di depan mata. Terlebih ada kebijakan penghematan/pengalihan anggaran yang membuat motor penggerak ekonomi melemah akselerasiinya. Ditambah dengan memburuknya kondisi ekonomi dunia yang terhimpit oleh memburuknya tensi geopolitik ekonomi.

Untuk Sumatera Utara sendiri, potensi koreksi pada pertumbuhan ekonominya akan lebih besar dibandingkan dengan provinsi lain yang ada di Indonesia. Jadi kalau melihat kinerja pertumbuhan ekonomi Sumut 2024 yang mencapai 5.03% (c to c), sebenarnya Sumut masih ditopang oleh anggaran PON yang turut mendongkrak perekonomian di wilayah ini.

BACA JUGA :  Donasi Pegawai PLN Nyalakan 7.357 Listrik Gratis bagi Keluarga Kurang Mampu

Selebihnya perekonomian Sumut tak ubahnya pertumbuhan ekonomi provinsi lain, yang pada tahun kemarin diuntungkan dengan limpahan belanja dari perhelatan pemilihan umum.

“Jadi di tahun 2025 ini, daya beli masyarakat yang tercermin dari belanja rumah tangga sudah tidak mendapatkan momentum besar. Artinya ekonomi Sumut dari sisi pengeluaran akan kembali dalam stelan pabrik,” ungkap Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin, Rabu (19/2/2025).

Sulit untuk mengharapkan dorongan pertumbuhan ekonomi dari belanja pemerintah yang mengalami pemangkasan anggaran belakangan ini. Sementara itu, sektor swasta juga terbebani oleh memburuknya kondisi ekonomi eksternal, yang tercermin dari menurunnya ekspor Sumut secara ril sebesar 10.9% di November 2024 (Year to Date).

BACA JUGA :  Luncurkan Serambi 2024, BI Sumut Siapkan Rp7,2 Triliun  untuk Ramadan dan Idul Fitri

Disisi lain, terjadi kenaikan ekspor Sumut secara nominal seiring dengan membaiknya harga komoditas ditambah dengan pelemahan mata uang rupiah.

“Saya mengucapkan selamat datang Pak Bobby Nasution yang menjabat sebagai Gubernur Sumut periode 2025 – 2030. Berikut sejumlah kepala daerah tingkat II di wilayah Sumatera Utara,” ujarnya.

Tantangan pembangunan ekonomi Sumut kedepan akan jauh lebih berat dari realisasi tahun 2024 silam. Problematika ekonomi juga berpeluang memburuk jika tensi geopolitik ekonomi kian memanas.

BACA JUGA :  Kenalkan, Ini Teh PalmCo yang Dinobatkan Sebagai Pemenang National Tea Competition 2025

*Saya memperkirakan akan ada banyak anggaran pemerintah daerah yang alami defisit di tahun 2025 ini. Peran negosiasi kepala daerah dalam mendatangkan anggaran di luar APBN, termasuk investor hingga optimalisasi pembiayaan dari Bank Daerah sangat dibutuhkan disini,” jelasnya.

Masyarakat Sumut tentunya berharap besar kepada Pak Bobby Nasution dalam mengatasi sejumlah tantangan ekonomi Sumut 5 tahun kedepan. Dan pembangunan juga akan optimal, jika sinergi antara pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota. Ini yang seharusnya dipahami oleh masing masing kepala daerah.

(mdc)