Serahkan Bantuan di Samosir, Rapidin Simbolon Minta Kader PDIP Perhatikan Anak Yatim Piatu

News78 Dilihat

SAMOSIR – Di sela-sela kegiatan Pendidikan Kader Pratama, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara (PDIP Sumut) Drs Rapidin Simbolon MM, membagikan 200 paket seragam sekolah, 350 paket sembako dan lampu solar cell kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu di Desa Gaol Simbolon dan Simbolon Purba Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir pada Minggu (20/3/2022).

Rapidin Simbolon meminta seluruh kader PDIP di akar rumput, terutama pengurus PAC dan Ranting, untuk lebih peduli terhadap masyakat krang mampu, anak yatim piatu dan anak terlantar di lingkungan masing-masing.

BACA JUGA :  Bersama 5 Orang Lainnya, Dirut PT LIB Ditetapkan Menjadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan. 31 Polisi Turut Diperiksa

“Sebagai kader yang berada langsung di tengah-tengah masyarakat, saya ingatkan agar pengurus PAC dan Ranting untuk tidak abai terhadap kehidupan anak yatim piatu, terutama soal pendidikan mereka. Karena sudah menjadi visi kita sebagai Partai Wong Cilik, kita harus hadir ditengah-tengah mereka,” katanya.

Untuk kali ini, kata Rapidin, DPD PDI Perjuangan Sumut memberikan bingkisan berupa Seragam Sekolah Lengkap mulai dari baju, celana dan rok, dasi, topi, tas sekolah hingga sepatu.

BACA JUGA :  Begini Sosok Bobby Nasution di Mata Ketum PB NU Gus Yahya

Rapidin berharap bantuan ini bisa menambah semangat bagi anak Yatim Piatu dalam menuntut Ilmu ke depan.

“Semoga dengan batuan ini anak-anak kita bisa semakin terpacu untuk meraih cita-citanya, dan untuk kali ini kita membagikan 200 paket Seragam Sekolah” Ungkap Rapidin Simbolon.

Selain bantuan seragam sekolah, DPD PDIP Sumut juga membagikan bantuan 350 Paket sembako berupa beras, minyak goreng, gula pasir. Serta penyerahan secara simbolis lampu tenaga surya atau sollar Cell.

BACA JUGA :  Kakanwil Kemenkumham Sumut, Cek Kesiapan Pemilu 2024 di Lapas I Medan

“Meski tidak banyak, semoga dengan bantuan ini sedikit membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat Pandemi dan juga kesulitan akibat langka dan mahalnya minyak goreng. PDI Perjuangan tidak akan pernah teriak-teriak, akan tetapi memilih untuk langsung turun ke masyarakat dan membantu secara konkrit,” kata mantan Bupati Samosir tersebut.

Kegiatan dilaksanakan dengan penerapan prokes ketat. Masyarakat pun mengucapkan terimakasih atas kepedulian PDI Perjuangan. (red)