Afri Rizki Lubis Ajak Warga Medan Terapkan Nilai Pancasila: Perkuat Gotong Royong, Jangan Bersikap Tidak Acuh

Politik12 Dilihat

MEDAN – Menghadapi musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Desember 2026, masyarakat Kota Medan diimbau meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong. Upaya sederhana seperti membersihkan drainase secara bersama-sama dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Pesan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai NasDem, Dr. M Afri Rizki Lubis, SM, M.IP, saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Starban, Gang Imam, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (25/10/2026). Kegiatan itu dihadiri ratusan warga.

Rizki Lubis mengingatkan masyarakat agar belajar dari pengalaman banjir yang terjadi pada November 2025. Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan seiring datangnya musim penghujan, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan dan membantu sesama.

BACA JUGA :  Bapemperda DPRD Medan Fokus Selesaikan Perda Skala Prioritas

“Belajar dari pengalaman banjir pada November tahun lalu, kita harus lebih waspada. Jaga kebersihan drainase, saling menjaga, saling menolong, dan saling melindungi. Dengan bersatu, kita akan lebih mudah mengatasi setiap permasalahan,” ujarnya.

Ia menilai, upaya mengantisipasi banjir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan serta kemauan membersihkan lingkungan secara bersama-sama merupakan langkah yang dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal.

Dalam kesempatan tersebut, Rizki juga menekankan bahwa gotong royong merupakan nilai luhur bangsa Indonesia yang harus terus dipertahankan. Semangat tersebut sejalan dengan sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia, yang mengajarkan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan.

BACA JUGA :  Sosialisasi Wasbang di Medan Perjuangan, Zulkarnaen Janji Perjuangkan Ruang Bermain Anak

“Gotong royong ini merupakan cerminan Persatuan Indonesia, yang menjadi sila ketiga Pancasila. Gotong royong adalah warisan bangsa yang harus selalu dijaga dan tidak boleh hilang ditelan zaman,” kata Rizki di hadapan masyarakat yang hadir.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dipahami sebagai dasar negara. Salah satu bentuk penerapannya adalah membangun kebiasaan saling membantu, menjaga kebersihan lingkungan, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial di tengah masyarakat.

Ia menambahkan, gotong royong dapat dimulai dari kegiatan sederhana, seperti membersihkan saluran drainase, merawat lingkungan permukiman, dan membantu warga yang membutuhkan pertolongan. Jika dilakukan secara konsisten, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan.

BACA JUGA :  Ketua KPU Sumut Dorong Kabupaten/Kota Penyelesaian Coklit 100 Persen

Rizki pun mengingatkan masyarakat agar tidak bersikap acuh terhadap kondisi orang lain. Menurutnya, kepedulian sosial dan kebiasaan saling menolong merupakan bagian dari budaya bangsa yang diwariskan para pendiri negara dan orang tua.

“Jangan menjadi masyarakat yang acuh tak acuh terhadap sesama. Ini bukan budaya kita. Hiduplah saling tolong-menolong, karena itulah yang diajarkan para pendiri bangsa dan orang tua kita,” tuturnya.

Melalui kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan tersebut, Rizki berharap masyarakat semakin memahami pentingnya persatuan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.

Ia mengajak warga Kota Medan menjadikan semangat gotong royong sebagai kebiasaan sehari-hari, terutama dalam menghadapi potensi banjir selama musim hujan. (Red)