MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, Dr. Muhammad Afri Rizki Lubis, S.M., M.I.P., mengajak masyarakat untuk terus merawat kebinekaan, memperkuat persatuan, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Afri Rizki Lubis dalam kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Medan, yang digelar di Jalan Sembada V, Lingkungan XII, Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Merawat Kebinekaan, Memperkuat Persatuan, dan Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat.”
Dalam penyampaiannya, Afri menekankan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan. Nilai-nilainya, kata dia, harus terlihat dalam sikap dan perilaku masyarakat sehari-hari.
“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman bagi kita dalam menjalani kehidupan sebagai masyarakat dan sebagai warga negara Indonesia,” ujar Afri Rizki Lubis.
Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, adat istiadat, pekerjaan hingga latar belakang sosial. Perbedaan tersebut, lanjutnya, harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan.
“Tugas kita bersama adalah menjaga agar perbedaan menjadi sumber persatuan, bukan sumber perpecahan. Jangan sampai perbedaan pilihan maupun pandangan membuat kita kehilangan rasa persaudaraan sebagai sesama warga negara,” katanya.

Ingatkan Warga Bijak Bermedia Sosial
Afri juga menyoroti perkembangan media sosial yang membuat arus informasi semakin cepat. Menurutnya, masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum menerima maupun menyebarkan informasi.
Ia mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya.
“Jangan langsung percaya dan jangan langsung menyebarkan informasi yang belum kita ketahui kebenarannya. Saring sebelum sharing. Jangan sampai jari kita di media sosial justru menjadi penyebab rusaknya hubungan antarwarga,” tegasnya.
Pesan mengenai pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya juga sejalan dengan materi literasi digital dan pembinaan ideologi Pancasila yang selama ini disampaikan sejumlah lembaga pemerintah.
Lima Sila Harus Diamalkan
Afri kemudian menguraikan nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila dan kaitannya dengan kehidupan masyarakat.
Ia mengatakan sila pertama mengajarkan penghormatan terhadap kehidupan beragama, sila kedua tentang memperlakukan sesama secara adil dan beradab, sila ketiga mengenai persatuan, sila keempat tentang musyawarah, serta sila kelima mengenai keadilan sosial.
“Kalau ada perbedaan pendapat, mari kita selesaikan dengan kepala dingin. Kalau ada persoalan di lingkungan, mari kita bicarakan bersama. Kalau ada tetangga yang membutuhkan bantuan, mari kita bantu. Inilah bentuk nyata gotong royong dan pengamalan Pancasila,” ujarnya.
Afri juga mengajak masyarakat tidak hanya menyerahkan urusan persatuan kepada pemerintah. Menurutnya, menjaga kerukunan merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.
Ajak Generasi Muda Gunakan Teknologi Secara Positif
Perhatian khusus juga disampaikan kepada generasi muda. Afri meminta anak-anak muda memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kegiatan yang positif dan produktif.
Ia mendorong generasi muda meningkatkan pendidikan, keterampilan, kreativitas dan kepedulian sosial.
“Jadilah generasi yang cerdas, kritis, toleran, bertanggung jawab, dan tetap memiliki rasa cinta kepada bangsa dan negara,” pesannya.
Afri juga menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, sementara keluarga dan tokoh masyarakat berperan dalam menanamkan nilai kebangsaan sejak dini.
Pembangunan Butuh Partisipasi Masyarakat
Selain membahas Pancasila dan wawasan kebangsaan, Afri mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Ia mengatakan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Masyarakat juga memiliki peran melalui kepedulian terhadap kebersihan, keamanan, ketertiban dan kerukunan lingkungan.
“Sebagai anggota DPRD, saya mengajak masyarakat untuk terus membangun komunikasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Pembangunan daerah membutuhkan partisipasi masyarakat,” katanya.
Afri juga mendorong masyarakat menyampaikan aspirasi secara baik dan konstruktif agar berbagai persoalan di lingkungan dapat dibicarakan dan dicarikan jalan keluarnya.
Bukan Sekadar Seremonial
Menutup penyampaiannya, Afri berharap kegiatan penyebarluasan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Ia mengajak masyarakat membawa nilai-nilai Pancasila ke rumah, lingkungan tempat tinggal dan kehidupan bermasyarakat.
“Setelah kita pulang dari tempat ini, mari kita bawa nilai-nilai Pancasila ke rumah, ke lingkungan, dan ke tengah masyarakat. Mari kita tunjukkan bahwa Pancasila benar-benar hidup melalui sikap dan tindakan kita,” ucapnya.
Ia kemudian mengajak masyarakat menjaga toleransi, memperkuat gotong royong, menghormati perbedaan dan tidak mudah terprovokasi.
“Mari kita rawat kebinekaan, mari kita perkuat persatuan, mari kita amalkan Pancasila, dan mari kita jaga Indonesia bersama-sama,” pungkas Afri Rizki Lubis. (Red)
