Kematian Hiras Lumban Batu Penuh Tanda Tanya, Keluarga Desak Polisi Ungkap Fakta

News8 Dilihat

LABURA- Kematian Hiras Lumban Batu yang ditemukan terbujur kaku di kawasan Tangkahan Pote, Dusun Sei Lurus, Desa Tanjung Mangedar, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), pada Sabtu (24/10/2026), menyisakan tanda tanya bagi keluarga korban.

Keluarga almarhum mendesak kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian tersebut. Mereka berharap setiap dugaan kejanggalan dapat ditelusuri secara serius agar kebenaran di balik meninggalnya Hiras segera terungkap.

Desakan itu disampaikan oleh Regen Silaban, S.H., selaku penasihat hukum Saurmaulina Marpaung, istri almarhum Hiras Lumban Batu, saat komferensi pers di depan Polsek Kualuh Leidong bersama keluarga korban dan sejumlah warga, Selasa (27/10/2026).

Kedatangan mereka bertujuan memberikan informasi dan keterangan kepada pihak kepolisian sekaligus mendorong agar laporan terkait dugaan kematian tidak wajar tersebut ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Menurut keterangan yang disampaikan pihak kuasa hukum, terdapat sejumlah hal yang dinilai janggal, di antaranya memar pada bagian leher yang disebut menyerupai bekas jeratan tali, pasir di dalam kerongkongan, serta luka pada telinga yang mengeluarkan darah.

BACA JUGA :  KPPU Beri Sanksi Denda  RP 1 Triliunan Lebih hingga Desember 2022

Temuan yang disebutkan pihak keluarga tersebut menimbulkan kekhawatiran dan menjadi alasan mereka meminta penyebab kematian almarhum diperiksa secara menyeluruh.

Meski demikian, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan medis dan proses penyelidikan kepolisian. Belum dapat dipastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam kematian korban.

KUASA HUKUM MINTA POLISI UNGKAP FAKTA

Regen Silaban, S.H., menegaskan bahwa pihak keluarga membutuhkan kepastian hukum atas kematian Hiras Lumban Batu. Ia berharap keterangan keluarga, saksi-saksi, serta berbagai informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut didalami oleh penyidik.

Keluarga, kata dia, ingin mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Mereka juga berharap, apabila hasil penyelidikan menemukan adanya unsur tindak pidana, aparat penegak hukum dapat mengungkap pihak yang bertanggung jawab dan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

BACA JUGA :  Polda Sumut Tambah Jumlah Personel Pencarian Korban Longsor di Humbahas, Kabid Humas: 3 Orang Telah Ditemukan!

Bagi keluarga, pengungkapan perkara ini bukan sekadar untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul, melainkan juga untuk memperoleh keadilan dan kepastian hukum atas meninggalnya almarhum.

Sementara itu, Kapolsek Kualuh Leidong, AKP Mangatas Samosir, S.H., saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya komunikasi dengan pihak kuasa hukum terkait dugaan kematian tidak wajar tersebut.

Kapolsek menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kuasa hukum korban. Ia berharap proses penyelidikan selanjutnya dapat menemukan petunjuk yang mengarah pada terungkapnya penyebab kematian Hiras Lumban Batu.

Terkait penyebab pasti kematian korban, Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari dokter forensik.

“Sudah koordinasi bersama kuasa hukumnya, yang juga merupakan mitra kerja selama ini. Mudah-mudahan nanti ada petunjuk agar bisa dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Hasil autopsi kita tunggu, apa kata dokter forensik,” ujar AKP Mangatas Samosir.

BACA JUGA :  Petugas Satkamling Desa Lausimomo Mediasi Remaja Terlibat Tawuran

Ia menambahkan, untuk saat ini pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban dan masih menunggu perkembangan penyelidikan.

“Mudah-mudahan penyelidikan selanjutnya ada titik terang. Semoga ada saksi yang mau membantu demi terungkapnya kejadian ini,” tambahnya.

Kasus kematian Hiras Lumban Batu kini menjadi perhatian keluarga dan warga yang turut mengharapkan kejelasan atas peristiwa tersebut.

Keterangan pihak keluarga mengenai sejumlah kejanggalan serta hasil pemeriksaan forensik diharapkan dapat membantu penyidik menyusun rangkaian fakta secara utuh.

Hingga hasil autopsi dan penyelidikan lebih lanjut diperoleh, penyebab pasti kematian korban maupun dugaan adanya tindak pidana belum dapat dipastikan.

Keluarga berharap kepolisian menangani perkara ini secara objektif, transparan, dan profesional agar seluruh pertanyaan mengenai kematian Hiras Lumban Batu dapat terjawab berdasarkan fakta dan alat bukti yang sah. (heri)